Menu

Mode Gelap

Headline · 15 Dec 2023 11:17 WIB ·

Bayi Meninggal Akibat Kejang, Dokter Spesialis Anak Bagi Tips Penanganan Tepat


 Jika kejang pada bayi dan anak, juga dewasa memang cukup berbeda. (Foto: Istimewa) Perbesar

Jika kejang pada bayi dan anak, juga dewasa memang cukup berbeda. (Foto: Istimewa)

Berita Website – Baru-baru ini, seorang ibu mendapatkan sorotan karena dinilai abai ketika anak balitanya mengalami kejang hingga menyebabkan buah hatinya itu meninggal dunia.

Video viral tersebut diunggah akun @ayualbena02 hingga mendapatkan berbagai tanggapan, termasuk dokter spesialis anak, dr Harun Albar, SpA., MKes.

Dalam tayangan yang beredar, bukannya memberi pertolongan, ibu dari balita tersebut malah terlihat merekam sang anak yang sedang kejang. Walau sekilas, kondisi balita itu memang tidak seperti kejang pada umumnya.

Pada postingan lainnya, sang ibu memperlihatkan anaknya yang sudah meninggal dunia. Yang bikin membuatnya jadi nyinyiran, sang ibu malah melakukan live di TikTok di samping jenazah sang anak.

Terlepas dari hal ini, dr Harun Albar, SpA.,MKes menjelaskan, jika kejang pada bayi dan anak, juga dewasa memang cukup berbeda. Jika pada anak dan dewasa terlihat seperti gerakan berulang, gerakannya lebih seperti mulut mengunyah, mengecap, kaki mengayuh seperti bersepeda, gerak mata yang acak berputar, kelopak mata berkedip atau tatapan kosong, gerakan meronta, hingga jeda panjang dalam bernapas.

Diduga, sang ibu dalam video tersebut memang tidak sadar jika anaknya sedang dalam kondisi kejang, sehingga tidak memberikan pertolongan yang tepat dan akhirnya meninggal dunia.

“Kejang bisa menimbulkan berbagai gejala, tergantung pada bagian otak mana yang terkena. Dari perasaan aneh di perut sampe gerakan ritmis yang tidak terkendali di seluruh tubuh. Orang yang kejang juga bisa kena epilepsi,” tulis dr Harun pada akun X miliknya, Senin (11/12/2023).

Untuk itu, selain mengetahui cirinya, berikut yang bisa dipelajari saat anak mengalami kejang, menurut dr Harun.

  1. Letakkan anak dengan perlahan di lantai atau permukaan halus dan singkirkan benda-benda yang ada didekatnya.
  2. Baringkan anak miring untuk mencegahnya tersedak air liur (ludah).
  3. Jika anak muntah, bersihkan mulutnya dengan lembut menggunakan jari.
  4. Longgarkan pakaian yang dipakai anak di sekitar kepala atau leher.
  5. Pastikan anak bernapas dengan baik.
  6. Jangan coba mencegah saat anak sedang gemetar karena hal ini tidak akan menghentikan kejang.
  7. Jangan memaasukkan apapun ke mulut anak. Makanan, minuman, maupun obat sampai anak sadar.
  8. Catat durasi kejangnya.
  9. Temani anak sampai dia bangun dan sadar.
  10. Biarkan anak istirahat setelah kejang.

Semoga tips penanganan dari Dokter Spesialis Anak ini menjadi kunci bagi setiap orangtua dalam menghadapi momen kritis saat anak mengalami kejang. Sebuah langkah sederhana, namun berpotensi menyelamatkan kehidupan dan membimbing kita dalam memahami kesehatan anak dengan lebih baik. (Dari berbagai sumber/ Nia Dwi Lestari).

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tips Langkah Demi Langkah Memilih Rekan untuk Implementasi Sistem Teknologi Informatika

18 February 2024 - 09:57 WIB

Imlek 2024, Ini Pesan Damai Pemilu 2024

10 February 2024 - 13:21 WIB

Pemilu 2024, Empat Anggota Polres Banggai Jalan Kaki Tiga Hari Kawal Logistik ke Pelosok Pagimana

9 February 2024 - 03:31 WIB

Sepanjang 2023, UI Jalin 595 Kerja Sama dengan 370 Perguruan Tinggi Terbaik di Dunia

8 January 2024 - 04:30 WIB

Pasca 2 Bulan Beroperasi, Kereta Cepat Whoosh Tembus 1 Juta Penumpang

28 December 2023 - 07:59 WIB

Berikut Daftar Negara yang Dianggap Berbahaya untuk Dikunjungi di Tahun 2024

20 December 2023 - 08:07 WIB

Trending di Lifestyle