Menu

Mode Gelap

Informasiku · 15 Jan 2023 13:32 WIB ·

Demi Cewek, Dua Remaja SMP Saling Saling Berkelahi Pakai Sajam


 Dua remaja SMP yang saling berkelahi didamaikan dan dibebaskan polisi. Perbesar

Dua remaja SMP yang saling berkelahi didamaikan dan dibebaskan polisi.

Berita Website – Ada-ada saja kelakuan dua bocah cilik (Bocil) di Tambora ini. MPD (15) pelajar kelas 2 sekolah menengah pertama asal Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara berkelahi dengan MF (14) pelajar kelas 1 sekolah menengah pertama asal Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Perkelahian dua remaja ini dilatarbelakangi urusan cewek, berujung pada janjian untuk berkelahi satu lawan satu menggunakan senjata tajam.

Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol Putra Pratama menerangkan bahwa kejadian perkelahian ini terjadi pada hari Rabu tanggal 11 Januari 2023 sekitar pukul 20.00 WIB di Loksem Jl. Pejagalan Raya Rt. 004/004 Kelurahan Pekojan, masuk wilayah hukum Polsek Tambora, Polres Jakarta Barat.

“Beruntungnya anggota Polsek Tambora dibantu warga dapat mencegah perkelahian ini sehingga tidak menimbulkan korban jiwa diantara mereka, kedua anak ini menderita lebam di muka masing-masing karena saling pukul,” ujar Putra saat dikonfirmasi, Minggu (15/1/2023).

MF (14) ini awalnya tidak terima karena pacarnya inisial EL (14) dihubungi via WhatsApp oleh MPD (15). Diketahui bahwa MPD (15 ) ini adalah mantan pacarnya EL (14).

“Karena cemburu pacarnya dihubungi oleh si mantan, maka MF (14) menantang MPD (15) untuk berkelahi satu lawan satu menggunakan celurit, dipilihlah lokasi pertemuan di Kelurahan Pekojan yang masuk wilayah hukum Polsek Tambora,” tutur Putra.

Berhasil digagalkan, kemudian kedua anak ini dibawa ke Polsek Tambora dan diproses hukum dengan persangkaan tindak pidana penganiayaan, tindak pidana perkelahian satu lawan satu hingga menyebabkan luka dan dijerat juga Pasal UU Darurat karena membawa senjata tajam.

“Kedua anak ini awalnya tidak mau dimediasi secara kekeluargaan sehingga keduanya kami lakukan penahanan di ruang khusus anak di Polsek Tambora dengan sangkaan pidana Pasal 351 KUHP dan/atau Pasal 184 KUHP ayat (2) dan/atau Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951. Setelah empat malam bersama di dalam ruangan khusus dengan pangawasan petugas, kedua anak ini akhirnya berdamai,” jelas Putra.

Sabtu, 15 Januari 2023 Polsek Tambora akhirnya menghentikan penyidikan terhadap kedua anak ini dengan mekanisme restoratif justice melibatkan keluarga, pengurus RT atau RW di alamatnya dan juga pihak sekolah kedua anak ini.

“Demi masa depan kedua anak ini, penyidikan tindak pidana ini kami hentikan menggunakan mekanisme restoratif justice. Pemidanaan bukan jalan keluar yang baik untuk mereka di umur yang masih anak-anak. Semoga ini menjadi pelajaran berharga untuk mereka, orang tua dan juga anak-anak lainnya agar tidak melanggar hukum,” tutup Kompol Putra.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Keterangan Resmi FIF Group Terkait Perselisihan Mata Elang dengan Nasabah yang Sempat Menunggak

22 February 2024 - 11:55 WIB

Kurang Lebih 100 Personel Terlatih Serbu Perkampungan Warga

22 February 2024 - 08:06 WIB

Kodim 1715/Yahukimo Gelar Upacara Pembukaan TMMD Reguler ke-119 2024

21 February 2024 - 06:50 WIB

Sangat Meresahkan Masyarakat! Mata Elang FIF Ancam Customer Menunggak, Polri Takut Menangkap?

20 February 2024 - 08:57 WIB

Puluhan TNI Bawa Batu Serbu Kampung Warga, Ada Apa?

18 February 2024 - 08:07 WIB

Imlek 2024, Ini Pesan Damai Pemilu 2024

10 February 2024 - 13:21 WIB

Trending di Headline