Menu

Mode Gelap

Lifestyle · 22 Nov 2023 03:45 WIB ·

Mungkinkah Gigitan Nyamuk Wolbachia Berdampak pada Kesehatan Manusia?


 Nyamuk Wolbachia adalah nyamuk Aedes aegypti yang mendapatkan suntikan bakteri Wolbachia. (Foto: Istimewa) Perbesar

Nyamuk Wolbachia adalah nyamuk Aedes aegypti yang mendapatkan suntikan bakteri Wolbachia. (Foto: Istimewa)

Info Warga — Meski diklaim bisa menurunkan penularan demam berdarah dengue (DBD), nyamuk Wolbachia tetap-lah seekor nyamuk. Siapa pun yang digigitnya akan mengalami efek yang sama.

Lantas, apa yang terjadi jika kamu digigit nyamuk Wolbachia?

Nyamuk Wolbachia adalah nyamuk Aedes aegypti yang mendapatkan suntikan bakteri Wolbachia. Bakteri ini diklaim bisa menurunkan risiko penularan DBD jika tergigit.

Peneliti utama riset nyamuk ber-Wolbachia di Yogyakarta Adi Untarini, yang juga menjabat sebagai Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut, nyamuk Wolbachia memang bisa menimbulkan efek tertentu pada manusia yang tergigit.

Tapi, efek tersebut tidak berbahaya dan bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Efeknya, lanjut profesor yang kerap disapa Uut ini, sama dengan gigitan nyamuk pada umumnya.

“Ya, ada [efeknya], biasa seperti digigit nyamuk saja,” kata dia dalam media briefing yang digelar IDI tentang nyamuk Wolbachia, Senin (20/11).

Efek yang muncul itu bisa berupa gatal di area yang digigit. Bintik dan kemerahan juga bisa muncul saat digigit nyamuk tersebut.

Namun, ada juga orang yang justru tak merasakan efek apa pun. Saat digigit, tak muncul bentol, kemerahan, atau gatal-gatal di area tubuh.

“Jadi efeknya memang seperti biasa saja saat digigit nyamuk. Tapi, tergantung orangnya juga, ada juga yang memang sudah biasa digigit nyamuk tapi tidak ada efek apa pun,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat tak perlu khawatir dengan dilepaskannya ribuan nyamuk Wolbachia. Nyamuk ini dipastikan aman dan tak memberikan efek tertentu akibat bakteri Wolbachia yang ada di dalamnya.

Pasalnya, menurut Uut, Wolbachia tidak bisa berkembang dan hidup di tubuh manusia. Bakteri ini hanya bisa tumbuh di sel tubuh serangga.

“Tidak akan bisa tumbuh di manusia. Perkembangbiakannya melalui proses kawin serangga dengan serangga. Jadi memang tidak ada efek negatif untuk manusia,” katanya.

Wolbachia sendiri merupakan bakteri yang disuntikan ke nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini diyakini bisa menurunkan tingkat pertumbuhan virus Dengue hingga kurang lebih 60 persen.

Nyamuk ini juga diklaim bisa menurunkan tingkat rawat pasien dengue hingga 70 persen. Dengan kata lain, Wolbachia dapat menurunkan tingkat keparahan pada pasien DBD. (Dari berbagai sumber/ Nia Dwi Lestari).

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Berikut Daftar Negara yang Dianggap Berbahaya untuk Dikunjungi di Tahun 2024

20 December 2023 - 08:07 WIB

Minuman Kolagen Sering Dikritik, Dokter Ungkap Kandungan yang Terbukti Maksimal untuk Merawat Kulit

20 December 2023 - 04:49 WIB

3 Jenis Buah yang Tidak Cocok untuk Diet, Bisa Buat Berat Badan Naik

20 December 2023 - 03:37 WIB

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Masyarakat Diimbau untuk Melengkapi Dosis Vaksinasi Covid-19

20 December 2023 - 03:21 WIB

Covid-19 Kembali Meningkat, Kapan Sebaiknya Swab Jika Mengalami Batuk?

15 December 2023 - 16:48 WIB

Inilah 5 Tips Penting bagi Orangtua untuk Memenuhi Hak Anak Tumbuh Maksimal

15 December 2023 - 16:38 WIB

Trending di Lifestyle