Menu

Mode Gelap

Lifestyle · 5 Dec 2023 05:35 WIB ·

Waspada! Mycoplasma Pneumoniae Merambah di Jakarta, Berikut Gejala yang Perlu Diwaspadai


 Sudah ada beberapa kasus dilaporkan di Jakarta anak terinfeksi Mycoplasma pneumonia. (Foto: Istimewa) Perbesar

Sudah ada beberapa kasus dilaporkan di Jakarta anak terinfeksi Mycoplasma pneumonia. (Foto: Istimewa)

Berita Website — Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menerima laporan anak yang terinfeksi bakteri Mycoplasma pneumonia. Bakteri ini jadi biang kerok lonjakan kasus pneumonia anak di China.

“Sudah ada beberapa kasus dilaporkan di Jakarta anak terinfeksi Mycoplasma,” ujar Kepala Seksi Surveiland, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama.

Laporan kasus tersebut diketahui berdasarkan hasil tes PCR. Namun demikian, belum dirinci jumlah dan lokasi penyebaran kasus pneumonia yang disebabkan bakteri Mycoplasma tersebut.

Kini, beberapa anak yang positif terinfeksi bakteri Mycoplasma tersebut tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Ngabila juga menyebutkan gejala utama yang dikeluhkan pasien. Sesak napas menjadi gejala yang dominan.

“Gejala utamanya sesak napas karena radang paru atau pneumonia,” ujar Ngabila.

Ngabila juga mengimbau masyarakat, utamanya orang tua, untuk mewaspadai kemungkinan penularan Mycoplasma pneumoniae. Utamanya di peralihan musim seperti sekarang di mana kekebalan tubuh umumnya akan menurun.

“Pencegahan perlu digalakkan dengan perilaku hidup bersih dan sehat dikencangkan,” ujar Ngabila.

Tak cuma itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk memakai masker saat berada di keramaian. Orang yang sedang sakit juga diimbau untuk tidak keluar rumah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, China dilaporkan mengalami lonjakan kasus pneumonia. Kebanyakan pasien teridentifikasi tertular bakteri Mycoplasma pneumonia.

Selain di China, peningkatan kasus pneumonia pada anak juga terjadi di Belanda dan beberapa negara lainnya.

Mycoplasma pneumoniae sendiri diketahui sebagai salah satu bakteri yang umum memicu pneumonia.

Umumnya, bakteri ini hanya memicu gejala ringan. Namun pada kasus tertentu, bakteri ini juga bisa memicu keparahan. (Dari berbagai sumber/ Nia Dwi Lestari).

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Berikut Daftar Negara yang Dianggap Berbahaya untuk Dikunjungi di Tahun 2024

20 December 2023 - 08:07 WIB

Minuman Kolagen Sering Dikritik, Dokter Ungkap Kandungan yang Terbukti Maksimal untuk Merawat Kulit

20 December 2023 - 04:49 WIB

3 Jenis Buah yang Tidak Cocok untuk Diet, Bisa Buat Berat Badan Naik

20 December 2023 - 03:37 WIB

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Masyarakat Diimbau untuk Melengkapi Dosis Vaksinasi Covid-19

20 December 2023 - 03:21 WIB

Covid-19 Kembali Meningkat, Kapan Sebaiknya Swab Jika Mengalami Batuk?

15 December 2023 - 16:48 WIB

Inilah 5 Tips Penting bagi Orangtua untuk Memenuhi Hak Anak Tumbuh Maksimal

15 December 2023 - 16:38 WIB

Trending di Lifestyle