Berita Website – Pembiaran fasilitas transportasi umum di Kota Malang akhirnya memicu aksi protes nyata dari warganya.

Berawal dari keresahan melihat kondisi halte Transjatim eksisting yang kusam dan penuh tempelan liar, komunitas pegiat transportasi umum, Transport for Malang, bersama beberapa kelompok masyarakat secara swadaya mengecat ulang serta membersihkan Halte Veteran 2 pada Sabtu, 25 April 2026.

Gerakan mandiri ini langsung menyita perhatian publik dan viral di platform X sejak Sabtu pagi.

Pemicunya adalah sebuah poster pemberitahuan bernada satire tajam buatan komunitas Transport for Malang.

Poster berlatar merah muda tersebut makin meluas penyebarannya setelah turut diunggah oleh aktivis media sosial, @BudiBukanIntel.

Pesan di dalamnya terasa sangat menohok dan seketika mendapat banyak dukungan dari warganet.

Tertulis di sana bahwa Halte Veteran 2 akan dilakukan pengecatan pada Sabtu, 25 April 2026 oleh rakyatnya sendiri.

Pembuat poster juga memohon maaf atas gangguan perjalanan karena Pemerintah Kota Malang dinilai tidak tanggap atas kebutuhan perbaikan tersebut.

Sindiran tajam di dunia maya itu langsung dibuktikan dengan aksi nyata di lapangan.

Sejak pukul 10.00 WIB, para relawan bahu-membahu memperbaiki wajah fasilitas umum tersebut.

Aksi yang dilakukan tidak sekadar mengecat ulang tembok halte yang sudah dipenuhi poster dan coretan liar itu.

Warga yang peduli juga turun tangan langsung membersihkan halte dari berbagai kotoran.

Mereka secara gotong royong mengelupas sisa-sisa tempelan poster liar maupun stiker iklan yang selama ini menempel dan merusak estetika ruang publik.

Interaksi hangat antara relawan dan masyarakat pengguna halte pun sempat terekam oleh penulis saat berada di lokasi aksi.

Proses bersih-bersih ini rupanya sama sekali tidak mengganggu, melainkan justru mendapat apresiasi langsung dari warga.

“Permisi ya kak, bapak, ibu, maaf terganggu sedikit,” ujar salah satu warga yang turut membersihkan area tunggu kepada para penumpang.

Sapaan sopan tersebut langsung dibalas dengan antusias oleh seorang ibu-ibu calon penumpang bus Transjatim.

“Oh nggak papa mas, malah senang biar bagus dan bersih,” balasnya.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi sejak pukul 11.00 WIB hingga kami meninggalkan tempat pada pukul 14.00 WIB, armada bus Transjatim yang singgah tampak selalu penuh oleh penumpang.

Halte Veteran 2 ini memang dikenal sebagai salah satu titik naik turun penumpang yang sangat ramai pengguna setiap harinya.

Tingginya mobilitas di fasilitas umum ini sangat wajar mengingat lokasinya yang begitu strategis.

Halte tersebut berada tepat di jantung mobilitas masyarakat, berdekatan dengan kampus besar seperti Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM), serta pusat perbelanjaan utama yakni Transmart MX dan Malang Town Square (Matos).

Terkait aksi turun tangan ini, Wahyu Styo Pratama dari komunitas Transport for Malang menyampaikan pesan singkat namun padat yang mewakili rasa frustrasi para pengguna transportasi publik di Kota Pendidikan ini.

Ia berharap tamparan keras dari warga di Halte Veteran 2 ini bisa memantik kesadaran dinas terkait.

“Minimal yang lain dibenakno (dibetulkan, red) seh, lek gak dibenakno kebacut (kalau tidak dibetulkan keterlaluan, red),” kata Wahyu.

Sebagai informasi, beberapa halte eksisting Transjatim Koridor 1 Malang Raya adalah halte yang dahulu kerap digunakan oleh angkutan kota alias angkot.

Sehingga, tanggung jawab halte-halte tersebut tetap melekat kepada Pemkot Malang.

Aksi mengecat dan membersihkan halte secara mandiri ini pada akhirnya bukan sekadar kegiatan kerja bakti biasa, melainkan sebuah teguran elegan dari masyarakat sipil bagi Pemerintah Kota Malang.

Ketika birokrasi dinilai lamban merawat infrastruktur dasar, warganya membuktikan bahwa mereka siap bergerak sendiri demi merebut kembali kenyamanan ruang publik.

Bagikan:

Berita Website

Aktual dan Faktual

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *