Berita Website — Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie, melakukan pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Seno Adjie menyerahkan bibit padi unggul organik PS08 sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu membahas pengembangan sektor pertanian nasional melalui penggunaan bibit unggul berproduktivitas tinggi yang dinilai mampu meningkatkan hasil panen petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
Seno Adjie menjelaskan, varietas organik PS08 sebelumnya telah berhasil dipanen di wilayah Carita, Banten, pada Februari 2026 dengan hasil mencapai 9 ton per hektar di lahan seluas 753 hektar.
“Pembahasannya terkait ketahanan pangan nasional. Kami menyerahkan bibit padi unggul PS08 yang sebelumnya sudah sukses dipanen di Carita, Banten, dengan hasil mencapai 9 ton per hektar,” ujar Seno Adjie.
Saat ini, pengembangan lahan pertanian berbasis PS08 terus diperluas. Pada tahun 2026, total lahan yang dikelola mencapai sekitar 5.000 hektar, terdiri dari:
3.500 hektar di Lampung dengan jadwal panen pada Juni 2026.
1.500 hektar di Carita, Banten, dengan target panen pada Agustus 2026.
Selain itu, Seno Adjie juga menyiapkan lahan pribadi sekitar 20 hektar di Banten untuk pengembangan bibit PS08.
Menurutnya, salah satu keunggulan utama varietas organik PS08 adalah efisiensi dalam pola tanam dan tingginya produktivitas anakan.
“Biasanya menanam padi membutuhkan empat batang dalam satu titik tanam, tetapi pada varietas organik PS08 cukup satu batang saja dan dapat menghasilkan hingga 75 anakan,” jelasnya.
Selain memiliki produktivitas tinggi hingga 9 ton per hektar, PS08 juga disebut memiliki ketahanan terhadap hama dan kondisi cuaca tertentu sehingga dinilai cocok untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Ke depan, pengembangan lahan pertanian berbasis PS08 ditargetkan meningkat hingga mencapai 100.000 hektar dalam dua tahun mendatang.
Program ini diharapkan dapat memperkuat produksi beras nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia secara berkelanjutan.




