Berita Website– Nama advokat Mohamad Ali Nurdin kembali menjadi perhatian publik setelah disebut dalam sejumlah pemberitaan yang mengaitkannya dengan dinamika penanganan perkara yang menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Usai membongkar Nurman Hermin, Dalam konstruksi kasus TPPU ini, Kejagung menduga Nurman bertindak sebagai orang kepercayaan sekaligus gatekeeper (penjaga gerbang) jaringan bisnis Febrie Adriansyah. Ia bertugas mengelola aset-aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana TPPU yang disebut juga terkait Ali Nurdin.

Selain Ali Nurdin, nama Don Ritto juga ikut menjadi sorotan dalam berbagai narasi yang beredar di media sosial maupun sejumlah media daring.

Dalam sejumlah pemberitaan, Ali Nurdin disebut pernah masuk dalam pemetaan yang dilakukan penyidik Kortas Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri terkait jejaring komunikasi yang dikaitkan dengan perkara tersebut.

Namun hingga kini belum ada informasi resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan Ali Nurdin berstatus tersangka ataupun ditetapkan sebagai pihak yang terlibat dalam tindak pidana.

Ali Nurdin sendiri telah memberikan bantahan atas berbagai tudingan yang beredar dan menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang disebut dalam perkara tersebut.

Ali Nurdin Bantah Kenal Samin Tan

Dalam klarifikasinya kepada jurnalis, Ali Nurdin membantah tudingan yang menyebut dirinya pernah meminta sejumlah uang kepada pengusaha Samin Tan maupun melakukan komunikasi terkait perkara yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

“Tidak pernah komunikasi dengan siapa pun terkait Samin Tan, tidak kenal sama sekali,” ujar Ali Nurdin.

Ia juga membantah informasi yang menyebut dirinya pernah bersama seorang staf khusus menteri menemui Samin Tan.

“Dan saya tidak kenal sama sekali dengan staf khusus menteri yang disebut itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Redaksi PorosJakarta.com juga telah mengirimkan permintaan konfirmasi resmi kepada Ali Nurdin melalui pesan WhatsApp terkait sejumlah informasi yang beredar, termasuk mengenai dugaan keterlibatan dirinya dalam mobilisasi pengacara serta berbagai narasi lain yang mengaitkannya dengan perkara eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Permintaan konfirmasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penerapan prinsip cover both sides sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Rekam Jejak Ali Nurdin

Ali Nurdin merupakan advokat yang memulai kariernya pada tahun 2002.

Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Hukum Bandung tahun 2000 serta menyelesaikan dua program magister, yakni Magister Kenotariatan Universitas Padjadjaran pada 2003 dan Magister Hukum Pidana Universitas Langlangbuana pada 2006.

Dalam perjalanan kariernya, Ali mendirikan dan memimpin Law Office Mohamad Ali Nurdin & Partners yang memiliki kantor di Bandung dan Jakarta.

Selain aktif menangani perkara hukum, ia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua DPC Peradi Bandung periode 2023–2028.

Pernah Menjadi Kuasa Hukum Nadiem Makarim

Nama Ali Nurdin semakin dikenal publik ketika dipercaya menjadi salah satu kuasa hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.

Dalam pendampingan tersebut, Ali beberapa kali menyampaikan bahwa kliennya bersikap kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan.

Nama Ali Muncul dalam Berbagai Narasi

Belakangan, nama Ali Nurdin kembali ramai diperbincangkan setelah sejumlah media mengaitkannya dengan perkara yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Beberapa pemberitaan menyebut Ali pernah masuk dalam radar pemetaan penyidik terkait jaringan komunikasi yang sedang ditelusuri.

Dalam narasi tersebut juga muncul dugaan bahwa Ali bersama seseorang yang disebut sebagai staf khusus menteri beberapa kali bertemu dengan pengusaha Samin Tan.

Namun, seluruh tudingan tersebut telah dibantah secara tegas oleh Ali Nurdin.

Hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan Ali Nurdin terbukti melakukan tindak pidana ataupun ditetapkan sebagai tersangka.

Don Ritto Ikut Menjadi Sorotan

Selain Ali Nurdin, nama Don Ritto juga ikut muncul dalam berbagai pemberitaan dan perbincangan publik yang berkaitan dengan perkembangan perkara eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Meski demikian, hingga kini aparat penegak hukum juga belum menyampaikan keterangan resmi mengenai status hukum Don Ritto dalam perkara tersebut.

Kedekatan dengan Jaksa Agung Ikut Menjadi Perhatian

Sorotan terhadap Ali Nurdin juga tidak lepas dari sejumlah unggahan di media sosial yang memperlihatkan kedekatannya dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Dalam beberapa foto yang pernah diunggah, Ali tampak menghadiri acara silaturahmi setelah Burhanuddin dilantik sebagai Jaksa Agung pada 2019.

Foto lain juga memperlihatkan Ali dan Burhanuddin berada dalam kegiatan komunitas sepeda motor Kobar Motorcycle, di mana Burhanuddin disebut sebagai pembina komunitas tersebut.

Kedekatan secara sosial tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan di ruang publik, meski hingga kini tidak terdapat pernyataan resmi yang menyatakan hubungan tersebut berkaitan dengan penanganan perkara hukum tertentu.

Menunggu Penjelasan Resmi Aparat Penegak Hukum

Perkembangan informasi mengenai nama Ali Nurdin, Don Ritto, maupun mantan Jampidsus Febrie Adriansyah masih menjadi perhatian publik.

Namun demikian, hingga artikel ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kortastipidkor Polri, Kejaksaan Agung, maupun lembaga penegak hukum lainnya yang menetapkan Ali Nurdin atau Don Ritto sebagai tersangka dalam perkara yang dimaksud.

Bagikan:

Berita Website

Aktual dan Faktual

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *